- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
🌙 Fiqh Puasa
Media Pembelajaran Interaktif berdasarkan Matn Taqrib
Selamat Datang!
Pelajari fiqh puasa secara interaktif berdasarkan Matn Taqrib. Pilih topik di atas untuk memulai pembelajaran.
💡 Tips: Klik pada setiap topik untuk mempelajari materi secara detail dan interaktif!
📋 Syarat Wajib Puasa
Definisi Puasa 🟢
Secara Bahasa (Lughatan)
Al-Imsak (الإمساك) = Menahan diri
Secara Syariat (Syar'an)
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan niat khusus, sepanjang siang hari yang dapat dipuasakan, oleh seorang Muslim yang berakal dan suci dari haid serta nifas.
Ada 4 syarat yang harus dipenuhi agar puasa menjadi wajib:
1. Islam
Harus beragama Islam. Non-Muslim tidak diwajibkan puasa.
2. Baligh
Sudah mencapai usia dewasa (baligh). Anak kecil belum diwajibkan.
3. Berakal
Memiliki akal sehat. Orang gila tidak diwajibkan puasa.
4. Mampu Puasa
Memiliki kemampuan untuk berpuasa (sehat, tidak bepergian jauh).
✅ Rukun Puasa
Ada 4 rukun puasa yang harus dipenuhi:
1. Niat
Berniat untuk berpuasa, dilakukan sebelum fajar.
🟢 Ketentuan Niat (Fathul Qarib)
• Niat dengan hati (bukan hanya lisan)
• Untuk puasa wajib (Ramadan/nazar): wajib niat di malam hari
• Wajib menentukan jenis puasa (ta'yin) untuk puasa wajib
Contoh niat lengkap: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi Ramadhaana hadzihi as-sanati lillahi ta'ala"
(Saya niat puasa besok untuk menunaikan kewajiban Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala)
2. Menahan Diri dari Makan
Tidak makan apapun dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
🟢 Ketentuan Khusus (Fathul Qarib)
• Makan/minum sedikit pun jika sengaja tetap membatalkan
• Makan lupa: Tidak batal jika baru masuk Islam atau jauh dari ulama
• Jika sudah lama Islam dan dekat ulama: tetap batal meski lupa
3. Menahan Diri dari Minum
Tidak minum apapun dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Menahan Diri dari Jimak
Menahan diri dari hubungan suami istri selama berpuasa.
🟢 Ketentuan Khusus (Fathul Qarib)
• Yang dimaksud: jimak sengaja di dalam farj (kemaluan)
• Jimak lupa: Sama seperti makan lupa (tidak batal)
❌ Pembatal Puasa
Ada 10 hal yang membatalkan puasa:
Prinsip Pembatal Puasa 🟢
Seorang mukallaf wajib menahan diri agar tidak ada sesuatu yang sampai ke dalam rongga tubuh (jauf).
Jauf meliputi: Perut, kepala (termasuk dari luka tembus), dan rongga tubuh lainnya
1. Makan/Minum Sengaja
Sesuatu yang sengaja masuk ke perut atau kepala
2. Huqnah (Enema)
Memasukkan cairan melalui dubur atau kemaluan
3. Muntah Sengaja
Sengaja mengeluarkan isi perut
4. Jimak Sengaja
Hubungan suami istri dengan sengaja
5. Inzal karena Sentuhan 🟢
Keluar mani karena bersentuhan
Detail: Baik dengan cara haram (tangan sendiri) maupun halal (tangan istri/budak). Tidak termasuk mimpi basah.
6. Haid
Datang haid bagi wanita
7. Nifas
Darah nifas setelah melahirkan
8. Gila
Kehilangan akal sehat
9. Pingsan Seharian
Tidak sadar sepanjang hari
10. Murtad
Keluar dari agama Islam
⚠️ Kaffarat untuk Jimak di Siang Ramadan 🟢
📋 Syarat Wajib Kaffarat:
• Jimak sengaja di dalam farj pada siang Ramadan
• Mukallaf (baligh, berakal, Muslim) yang wajib puasa
• Sudah berniat puasa dari malam
• Berdosa karena melanggar puasa
1️⃣ Memerdekakan Budak Mukmin
Pilihan pertama dan utama
🟢 Syarat: Budak yang beriman dan sehat (tidak cacat yang mengganggu kerja)
2️⃣ Puasa 2 Bulan Berturut-turut
Jika tidak mampu memerdekakan budak
3️⃣ Memberi Makan 60 Orang Miskin
Jika tidak mampu puasa 2 bulan - setiap orang 1 mud
🟢 Makanan yang sama dengan zakat fitrah
🟢 Catatan: Jika tidak mampu semua pilihan, kaffarat tetap menjadi hutang sampai mampu melaksanakannya.
⭐ Sunnah dalam Puasa
Ada 3 hal yang disunahkan dalam puasa:
1. Ta'jil al-Iftar (Menyegerakan Berbuka)
Segera berbuka puasa ketika waktu maghrib tiba.
🟢 Ketentuan Khusus (Fathul Qarib)
• Hanya jika yakin matahari sudah terbenam
• Jika ragu, jangan buru-buru berbuka
• Sunnah berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka air
💡 Hikmah: Mengikuti sunnah Rasulullah dan menghindari berlebihan dalam ibadah.
2. Ta'khir as-Suhur (Mengakhirkan Sahur)
Mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu fajar.
🟢 Ketentuan Khusus (Fathul Qarib)
• Selama tidak sampai ragu (apakah sudah fajar atau belum)
• Jika ragu, jangan tunda sahur
• Sahur bisa dengan sedikit makan dan minum saja
💡 Hikmah: Memberikan kekuatan lebih lama untuk menjalani puasa.
3. Meninggalkan Perkataan Buruk
Menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik dan sia-sia.
🟢 Detail Adab (Fathul Qarib)
• Hindari: kedziban (dusta), ghibah (gunjing), makian
• Jika ada yang memaki, katakan 2-3x: "Inni sha'im" (Aku sedang puasa)
• Bisa diucapkan dengan lisan atau dalam hati
💡 Hikmah: Menyempurnakan puasa lahir dan batin, melatih kesabaran.
🚫 Hari-hari Haram Puasa
Ada 5 hari yang haram untuk berpuasa:
1. Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal - Hari kemenangan setelah puasa Ramadan
2. Hari Raya Idul Adha
10 Dzulhijjah - Hari raya kurban
3. Hari-hari Tasyriq (3 hari)
11, 12, dan 13 Dzulhijjah - Hari-hari setelah Idul Adha
11 Dzulhijjah
Hari Tasyriq 1
12 Dzulhijjah
Hari Tasyriq 2
13 Dzulhijjah
Hari Tasyriq 3
🤔 Hari yang Makruh Puasa
Yaumul Syak (Hari Keraguan) 🟢
Hari ke-30 Sya'ban ketika tidak jelas apakah sudah masuk Ramadan atau belum.
🟢 Kondisi Yaumul Syak (Fathul Qarib):
• Malam ke-30 Sya'ban cuaca cerah tapi tidak terlihat hilal
• Ada kabar hilal terlihat tapi tidak jelas siapa yang melihat
• Yang bersaksi anak-anak, budak, atau orang fasik
Pengecualian: Boleh puasa jika:
- Sesuai dengan kebiasaan puasa rutin (misal: puasa Senin-Kamis)
- Untuk qadha atau nazar
🕌 I'tikaf
I'tikaf adalah sunnah muakkadah dengan syarat dan ketentuan tertentu:
Definisi I'tikaf
I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hukum I'tikaf
I'tikaf adalah sunnah mustahabbah (sangat dianjurkan), terutama di 10 hari terakhir Ramadan.
Syarat I'tikaf
1. Niat 🤲
Berniat untuk i'tikaf karena Allah SWT
2. Berdiam di Masjid 🕌
Tinggal dan beribadah di dalam masjid
Boleh Keluar dari I'tikaf Nadzar
Hanya boleh keluar untuk:
🚻 Hajat Manusia
Buang air kecil/besar, mandi wajib
🏥 Uzur Syar'i
Haid, sakit yang tidak memungkinkan tinggal di masjid
Pembatal I'tikaf
👫 Jimak (Hubungan Suami Istri)
Melakukan hubungan suami istri membatalkan i'tikaf
🏥 Rukhsah & Fidyah dalam Puasa
Keringanan dan kewajiban pengganti bagi yang tidak bisa berpuasa:
Kaffarat Jimak di Siang Ramadan
Bagi yang sengaja berjimak di siang hari Ramadan wajib qadha dan kaffarat:
1️⃣ Memerdekakan Budak Mukmin
Pilihan pertama dan utama
2️⃣ Puasa 2 Bulan Berturut-turut
Jika tidak mampu memerdekakan budak
3️⃣ Memberi Makan 60 Orang Miskin
Jika tidak mampu puasa 2 bulan - setiap orang 1 mud
Orang yang Meninggal dengan Hutang Puasa 🟢
Jika seseorang meninggal dan masih memiliki hutang puasa Ramadan:
✅ Terlewat karena Uzur (Sakit dll)
• Contoh: Sakit lalu meninggal sebelum sempat qadha
• Tidak ada dosa pada si mayit
• Tidak perlu fidyah dari ahli waris
❌ Terlewat tanpa Uzur
• Contoh: Sehat tapi sengaja tidak puasa/qadha
• Meninggal sebelum sempat qadha
• Wajib fidyah dari harta warisan
📋 Kewajiban Wali
• Mengeluarkan dari harta warisan: 1 mud per hari
• 1 mud = 1⅓ ratl Iraqi = ½ qadah Mesir
🟢 Perbedaan Pendapat Ulama:
• Qaul Jadid: Wajib fidyah (memberi makan)
• Qaul Qadim: Boleh fidyah atau wali puasa untuk mayit
• Ar-Raudhah: Menguatkan qaul qadim
• Bahkan sunnah bagi wali untuk puasa sendiri
Orang Tua yang Tidak Mampu Puasa 🟢
Yang termasuk dalam kategori ini:
👴 Syaikh Haram (Kakek Renta)
Laki-laki tua yang sudah sangat lemah
👵 Ajuz (Nenek Renta)
Perempuan tua yang sudah sangat lemah
🏥 Orang Sakit Kronis
Yang tidak ada harapan sembuh
📋 Syarat: Benar-benar Tidak Mampu
Jika sudah tidak kuat untuk berpuasa sama sekali
🍽️ Kewajiban Fidyah
• Boleh berbuka puasa
• Wajib memberi makan 1 mud per hari
• Tidak boleh dibayar sebelum Ramadan
• Boleh dibayar setelah fajar setiap hari
Ibu Hamil dan Menyusui 🟢
😰 Khawatir pada Diri Sendiri
Takut puasa akan membahayakan kesehatan diri sendiri
Hukum: Boleh berbuka dan wajib qadha saja
Sama seperti orang sakit biasa
👶 Khawatir pada Anak
• Hamil: Takut keguguran janin
• Menyusui: Takut ASI berkurang/hilang
Hukum: Boleh berbuka dan wajib qadha + kaffarat
Kaffarat: 1 mud per hari = 1⅓ ratl Iraqi
🟢 Catatan: Perbedaan hukum berdasarkan siapa yang dikhawatirkan - diri sendiri atau anak.
Orang Sakit dan Musafir 🟢
📋 Syarat Boleh Berbuka
Jika puasa akan menimbulkan mudarat (bahaya/kesulitan berat)
🤒 Orang Sakit
Boleh berbuka dan wajib qadha setelah sembuh
🟢 Ketentuan Niat:
• Sakit terus-menerus: Boleh tidak niat dari malam
• Sakit kadang-kadang: Jika saat niat sedang sakit, boleh tidak niat. Jika sehat, wajib niat
• Jika sudah niat lalu sakit: Boleh berbuka
🧳 Musafir Jauh
Safar tawil (perjalanan jauh) yang dibolehkan
Boleh berbuka dan wajib qadha setelah kembali
🟢 Puasa Sunnah (Tidak disebutkan dalam Taqrib)
Beberapa puasa sunnah yang dianjurkan:
⚖️ Takaran 1 Mud
1 Mud = 1⅓ Ratl Iraqi
Setara dengan sekitar 675 gram beras atau makanan pokok
Komentar
Posting Komentar